Langsung ke konten utama

Holding Perkebunan Nusantara Melalui IKBI PT RPN Hadirkan Kepedulian Lewat Bakti Sosial HUT RI ke-80

  Bogor, 15 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Ikatan Keluarga Besar Istri PT Riset Perkebunan Nusantara (IKBI PT RPN) yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menyelenggarakan program bakti sosial bertema “Peduli Sesama, Berbagi Hangat, Berbagi Kasih” di Asrama Sahabat Yatim, Kabupaten Bogor.



Program ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian, sekaligus komitmen IKBI PT RPN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kelompok yang membutuhkan bantuan sosial. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Sahabat Yatim yang berkomitmen memuliakan serta mengayomi anak-anak yatim di Indonesia.

Kunjungan IKBI PT RPN mendapat sambutan hangat dari pihak yayasan. Eka Citra Saputra, Kepala Cabang Sahabat Yatim Ciomas, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami bersyukur pagi ini suasana di asrama sangat ramai dan penuh kehangatan. Di sini terdapat 15 anak asuh mulai dari tingkat SD hingga SMA yang sedang menempuh pendidikan,” ujarnya.

Eka berharap agar amanah ini menjadi berkah bersama. “Negara memberikan kesempatan bagi kami untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, dan saat ini kami sudah mengelola 27 asrama yang tersebar di 15 provinsi di seluruh Indonesia serta memiliki legalitas untuk mengelola dana zakat, infaq, sedekah, dan bantuan sosial lainnya,” ungkapnya.

Selain fokus pada pengasuhan anak yatim, Yayasan Sahabat Yatim juga aktif dalam menyalurkan dana bantuan sosial, termasuk bantuan korban bencana alam, program lingkungan, dan kegiatan sosial lainnya. “Kami terus belajar mengasuh anak-anak panti dengan sebaik-baiknya sekaligus berkontribusi dalam berbagai program sosial kemasyarakatan,” tambah Eka.

Sejalan dengan semangat kebersamaan tersebut, Ketua IKBI PT RPN, Ira Yani Harahap, menyampaikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kegiatan ini. “Mudah-mudahan tempat mulia ini semakin berkah dengan kunjungan kami hari ini. Kunjungan kami untuk memberikan pakaian layak pakai merupakan bentuk kepedulian kami kepada yang membutuhkan,” ujar Ira Yani.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Mari kita hidupkan kepedulian bersama, karena dengan saling peduli kita dapat memperkuat persaudaraan dan kemanusiaan,” tuturnya.

Kegiatan bakti sosial ini bukan hanya momentum peringatan HUT RI, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang IKBI PT RPN untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Bantuan berupa pakaian layak pakai yang diserahkan diharapkan dapat memberikan kehangatan serta kenyamanan bagi para penerima manfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dirut PT SGN dan Direktur Jenderal Kementan RI Kunjungi PG Ngadirejo, Gelar FGD dan Cek Proses Produksi Gula

    PG Ngadiredjo   kedatangan tamu penting Kamis (17/10) kemarin. Yaitu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi SP MSi dan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto SSi MSc. Dirjenbun Kementan kerja foto bersama dirut PT SGN Kedatangan keduanya untuk menggelar forum group discussion (FGD). Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni perwakilan pemerintah daerah serta mitra petani. Setelah berdiksusi, seluruh tamu melihat langsung proses produksi gula di dalam pabrik. Mulai di stasiun gilingan hingga ke stasiun pengemasan. Lalu, ditutup dengan penandatanganan karung gula hasil produksi. foto bersama pada acara FGD ditempat aula rekola PG Ngadirejo Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan swasembada gula 2028. Melalui peningkatan produktivitas tebu rakyat dan optimalisasi penggunaan teknologi. Direktur Utama  PT SGN  Mahmudi mengungkapkan, salah satu fokus utama yang harus dipercepat adalah pengembangan ekosistem tebu ra...

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

PTPN IV PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, Raih Juara Umum PIC 2025

  Jakarta  –  PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), berhasil meraih gelar juara umum pada ajang Planters Innovation Competition (PIC) 2025. Kompetisi yang diikuti lebih dari 637 proposal dari seluruh entitas PTPN Group ini menjadi wadah lahirnya ide-ide kreatif untuk menjawab tantangan sektor perkebunan kelapa sawit. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang hadir menerima piala juara umum, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim inovator perusahaan atas pencapaian tersebut. “Dari 15 grand finalis di lima kategori, 10 tim berasal dari PalmCo dan mereka berhasil menyapu bersih juara pertama di setiap kategori. Ini bukti nyata bahwa inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja kami,” ujar Jatmiko, di Jakarta, Selasa (16/09/2025). Menurut Jatmiko, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen PalmCo dalam mengintegrasikan inovasi dengan digitalisasi. “Industri sawit menghadapi tanta...