Langsung ke konten utama

  MUARA ENIM – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo Regional VII menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Strategis Nasional pemerintah melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hal ini diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama offtaker bersama mitra pekebun PSR di Kabupaten Muara Enim, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan yang digelar di Gedung PTPN IV Regional VII Sungai Lengi ini mengusung tema “Melalui Kemitraan Offtaker untuk Mewujudkan Hubungan Kerja Sama yang Saling Menguntungkan, Sinergi, dan Harmonis.”

Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Muara Enim, menyampaikan apresiasi atas peran aktif PTPN IV Regional VII dalam memfasilitasi program PSR.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata hubungan baik dan saling percaya antara pemerintah daerah dengan PTPN IV Regional VII. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya petani di Desa Muara Harapan Kecamatan Muara Enim, Desa Kayu Ara Sakti, Desa Air Enau, dan Desa Bangun Sari Kecamatan Gunung Megang,” ujarnya.

Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang bagi petani untuk memperoleh produk dengan harga lebih terjangkau.

“Perusahaan berkomitmen menghadirkan skema kemitraan yang sehat. Kami ingin petani sawit semakin sejahtera dengan adanya dukungan program PSR dan pembiayaan dari BPDPKS,” kata Denny.

Ia menambahkan, hingga 2026, program PSR yang didukung PTPN IV Regional VII mencakup areal seluas 1.901 hektare. Bukti konkret keberhasilan PSR sebelumnya telah terealisasi di eks-plasma PIR-Sus IIA Sungai Niru dan PIR-Sus IIB Sungai Lengi. “Apalagi saat ini pembayaran hasil kepada petani juga semakin cepat, dari sebelumnya H+30 kini menjadi H+1. Ini bentuk peningkatan pelayanan kami,” lanjutnya.

Selain pejabat Pemkab Muara Enim, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, serta perwakilan desa-desa peserta PSR. Kehadiran mereka menegaskan semangat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat.

Melalui kemitraan ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan perannya sebagai mitra strategis petani sawit rakyat dalam mendorong keberhasilan PSR sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...