Langsung ke konten utama

Kontribusi Pajak PalmCo Naik Signifikan, Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran dalam Pembangunan Nasional

JAKARTA -– Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus meneguhkan kiprahnya dalam mendukung pembangunan nasional. Selama tiga tahun terakhir, PalmCo tercatat telah memberikan kontribusi fiskal lebih dari Rp7,77 triliun kepada negara.

Angka tersebut menjadi bukti nyata peran BUMN perkebunan sawit ini sebagai salah satu penopang penting penerimaan negara sekaligus motor penggerak ekonomi. Capaian tersebut mengukuhkan PalmCo sebagai salah satu penyumbang penerimaan negara melalui pajak dan retribusi terbesar dari sektor perkebunan.



Sepanjang tahun 2024 saja, nilai pajak dan pungutan yang disetor PalmCo melonjak hingga Rp4,1 triliun atau terbesar sepanjang sejarah operasional perusahaan. Dari sisi tren, kontribusi pajak PalmCo menunjukkan peningkatan secara agregat dari tahun ke tahun. Pada 2022, perusahaan mencatatkan pembayaran pajak sebesar Rp1,81 triliun menjadi Rp1,83 triliun di tahun 2023, sebelum akhirnya melonjak hampir dua kali lipat pada 2024.

Kontribusi tersebut meliputi berbagai jenis pajak, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) baik masukan maupun keluaran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Penghasilan dari berbagai kategori, hingga pungutan ekspor yang totalnya lebih dari Rp152 miliar dalam tiga tahun.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, PPN Masukan dan Keluaran menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan total lebih kurang Rp3,2 triliun dalam tiga tahun. Sementara itu, PPh Pasal 25/29 yang merupakan pajak atas penghasilan badan usaha mencapai Rp2,95 triliun.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa kontribusi pajak adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap negara dan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kontribusi fiskal merupakan bagian dari siklus ekonomi yang saling menguatkan, di mana perusahaan turut serta membiayai pembangunan melalui dana publik yang dikelola negara.

“Kami melihat kontribusi pajak bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai bentuk peran aktif perusahaan dalam pembangunan nasional,” ucap Jatmiko dalam siaran persnya, Jumat (29/8/2025).

Lebih lanjut, Jatmiko menambahkan bahwa peningkatan signifikan kontribusi pajak ini juga menjadi wujud keberhasilan transformasi yang digesa perusahaan pasca restrukturisasi.

Ia menekankan bahwa dengan tata kelola yang semakin sehat, PalmCo akan terus memperkuat posisi sebagai penggerak ekonomi, baik di sektor perkebunan nasional maupun di kawasan tempat operasional perusahaan berlangsung. “Peningkatan produktivitas akan sejalan dengan volume produksi, pemasaran, revenue, hingga pajak itu sendiri. Kesehatan perusahaan pasca transformasi ini dan tata kelola yang baik tentu menjadi backbone,” terangnya.

Selain itu, PalmCo juga membidik peningkatan kinerja keuangan berbasis efisiensi dan pengelolaan aset. Menurut Jatmiko, PalmCo saat ini menargetkan rasio Return on Assets/ROA naik menjadi 7,5 persen dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun mendatang. “Target ini akan kita upayakan melalui strategi optimalisasi produktivitas, efisiensi biaya, dan peningkatan nilai tambah industri sawit secara terintegrasi,” ujar Jatmiko.

Senada dengan halnya dengan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menyebutkan bahwa pertumbuhan kontribusi pajak yang dicapai PalmCo tak lepas dari komitmen untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Ia menyebut bahwa penguatan sistem pelaporan internal serta digitalisasi proses pajak turut mendorong terciptanya efisiensi dan kepatuhan fiskal yang lebih baik.

“Peningkatan tajam dalam kontribusi fiskal kami merupakan refleksi dari kesehatan kinerja keuangan serta proses pelaporan yang semakin akurat dan andal. Kami memastikan bahwa seluruh pembayaran pajak dilakukan tepat waktu dan sesuai regulasi. Di saat yang sama, kami juga terus memperkuat koordinasi dengan otoritas perpajakan agar semua proses berjalan sesuai prinsip good corporate governance,” jelas Hilda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Dirut PT SGN dan Direktur Jenderal Kementan RI Kunjungi PG Ngadirejo, Gelar FGD dan Cek Proses Produksi Gula

    PG Ngadiredjo   kedatangan tamu penting Kamis (17/10) kemarin. Yaitu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi SP MSi dan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto SSi MSc. Dirjenbun Kementan kerja foto bersama dirut PT SGN Kedatangan keduanya untuk menggelar forum group discussion (FGD). Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni perwakilan pemerintah daerah serta mitra petani. Setelah berdiksusi, seluruh tamu melihat langsung proses produksi gula di dalam pabrik. Mulai di stasiun gilingan hingga ke stasiun pengemasan. Lalu, ditutup dengan penandatanganan karung gula hasil produksi. foto bersama pada acara FGD ditempat aula rekola PG Ngadirejo Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan swasembada gula 2028. Melalui peningkatan produktivitas tebu rakyat dan optimalisasi penggunaan teknologi. Direktur Utama  PT SGN  Mahmudi mengungkapkan, salah satu fokus utama yang harus dipercepat adalah pengembangan ekosistem tebu ra...

PT RPN Meresmikan Kios Kopyor Bogor yang Terletak di Kebun Percobaan Ciomas

  Bogor, 11 Juli 2024, Telah diresmikan Kios Kopyor Bogor yang berlokasi di Kebun Percobaan Ciomas Jln. Jabaru 2 No. 28, Pasirkuda Kota Bogor Barat yang dikelola oleh PPKS Unit Bogor-PT Riset Perkebunan Nusantara. Acara peresmian ini dihadiri oleh Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia; Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I PT RPN, Tjahjono Herawan; SEVP Operation II PT RPN, Misnawi; Wakil Kepala PPKS, Riza Arief Putranto; Kepala PPKS Unit Bogor, Agus Susanto; Inventor Kelapa Kopyor; Peneliti Senior dan IKBI PT RPN.   Hadir juga sebagai undangan Kepala BPSBP serta Kepala Bidang Pariwisata Kota Bogor.   Acara diawali dengan penampilan angklung dari Anfaya & Sixerhood Group yang membawakan lagu Nasional dan Lagu Daerah, momen tersebut sangat diapresiasi oleh Komisaris Utama PT RPN dalam sambutannya yaitu “Saya sedang membayangkan menikmati segarnya buah kelapa kopyor sembari diiringi merdunya suara angklung seperti tadi” ujar Sjukrianto.   ...