Langsung ke konten utama

Dukung Stabilitas Harga, Holding Perkebunan Nusantara Salurkan Beras SPHP lewat Pasar Murah PTPN I Regional 7

 Bandar Lampung – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN I Regional 7 menggelar pasar murah serentak di 13 titik Provinsi Lampung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, PTPN I Regional 7 menyiapkan sebanyak 6,5 ton beras dengan harga jual Rp57.500 per kemasan 5 kilogram. Adapun titik lokasi pasar murah tersebar di Sukamenanti, Sukamenanti Baru, Sidodadi, Desa Cipadang, Desa Pesawaran, Komplek Perumahan Pal 8, Kantor Afdeling II Bergen, Posyandu Kebun Way Berulu, Afdeling 3 Bogorejo, Waygalih, Trikora, Masjid Pabrik Pewa, serta Lapangan Merah Pewa.

Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN I Regional 7, Agus Fahroni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peran strategis Bulog serta kebijakan pemerintah di bidang pangan.

“Kami berkomitmen mendukung Bulog dalam menjalankan penugasan negara di bidang kedaulatan pangan nasional. Kami memahami peran Bulog sangat strategis dalam membangun ekosistem yang ramah kepada petani, rakyat, dan pedagang komoditas pangan,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa keterlibatan PTPN I Regional 7 dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) ini bertujuan untuk membantu pemerintah mengendalikan harga, menjamin ketersediaan pasokan, sekaligus mengantisipasi potensi gejolak sosial di tengah masyarakat.

“Kesyukuran kami dapat melaksanakan program ini di 13 titik yang tersebar di unit kerja. Kegiatan ini bukan sekadar menjual bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga bentuk kepedulian PTPN I terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar,” lanjut Agus.

Pelaksanaan pasar murah ini disambut antusias masyarakat. Salah satu warga Cipadang, Maimunah (48), menyampaikan apresiasi atas program tersebut. “Harga beras yang dijual di pasar murah ini tergolong murah dengan kualitas yang baik. Tentu ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui kegiatan usaha perkebunan, tetapi juga lewat kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...