Langsung ke konten utama

Melalui Pusat Penelitian Karet Sembawa, Holding Perkebunan Nusantara Bantu Karyawan Terdampak Kebakaran

 Banyuasin – Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) menunjukkan komitmen nyata terhadap program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya wujud nyata dilakukan dengan menyalurkan bantuan bagi karyawan yang menjadi korban kebakaran di Desa Tanjung Menang Laut, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Kamis (10/7).



Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Penelitian Karet (PPK) Sembawa, Suroso Rahutomo, bersama jajaran manajemen. Bantuan disalurkan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar, khususnya saat menghadapi musibah.

Dalam kunjungan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, Suroso Rahutomo menyampaikan dukungan moril sekaligus bantuan konkret. “Kehadiran kami adalah bentuk nyata dari komitmen TJSL PPK Sembawa. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas beban batin dan moril masyarakat,” ujarnya.

Korban kebakaran, Edison, merupakan karyawan PPK Sembawa. Musibah yang terjadi pada 20 Juni 2025 menghanguskan seluruh rumah dan harta bendanya. Meski mengalami kerugian material, Edison bersyukur tidak ada korban jiwa. “Kami tidak sendiri, ada yang peduli, dan itu sangat menguatkan,” ungkapnya dengan haru.

Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, pakaian layak pakai, sejumlah dana tunai, serta donasi sukarela dari seluruh karyawan dan karyawati PPK Sembawa. Penyerahan bantuan disambut hangat oleh keluarga korban dan Ketua RT setempat yang mengapresiasi dukungan moril dan materiil dari perusahaan.

Aksi sosial ini mempertegas peran strategis PT RPN melalui PPK Sembawa, tidak hanya sebagai institusi riset unggulan di bidang perkebunan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang hadir dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. “Kami percaya, keberadaan lembaga kami harus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, terutama saat mereka tertimpa musibah,” tutup Suroso Rahutomo.

Program TJSL ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi inspirasi bagi seluruh insan perkebunan untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan penanganan bencana di wilayah operasional perusahaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...