Langsung ke konten utama

Lanjutkan Program Sejuta Pohon, Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Tanam 2.000 Pohon di Kaki Gunung Salak

  JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN I melaksanakan aksi penanaman 2.000 pohon di kawasan Kaki Gunung Salak, Kampung Loji, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (21/8/25).



Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Program Penanaman Sejuta Pohon yang dicanangkan PTPN I dan melibatkan lebih dari 100 relawan dari unsur karyawan, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Forum Komunikasi Masyarakat Gunung Salak (FKMGS), pemerintah desa, serta masyarakat sekitar.

Mengusung tema “Hijaukan Negeri, Wujudkan Kemerdekaan Berkelanjutan”, kegiatan ini dipusatkan di lahan bantaran sungai sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Bibit yang ditanam terdiri atas pohon buah-buahan dan tanaman konservasi, didanai melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN I.

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan. “Penanaman pohon hari ini merupakan bagian dari Program Tanam Sejuta Pohon PTPN I yang secara bertahap kami laksanakan di berbagai unit kerja. Kali ini, kami menyasar bantaran sungai di Kaki Gunung Salak sesuai kebutuhan masyarakat yang kami akomodasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi ini berhasil menanam lebih dari 2.000 batang pohon di lahan seluas lima hektare dengan kerapatan sekitar 400 batang per hektare. “Kami meyakini langkah nyata seperti ini, sekecil apapun, akan membawa dampak positif yang besar bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan. Kelestarian lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Aris.

Senada dengan itu, Kepala Sub Divisi TJSL PTPN I, M. Alif Azizi, menegaskan bahwa penanaman pohon di kaki Gunung Salak bertujuan memperkuat daerah tangkapan air, mengurangi risiko bencana alam, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata desa. Ia juga menjelaskan bahwa Program Sejuta Pohon PTPN I ditargetkan rampung pada 2027 dengan penanaman bertahap: 280.000 pohon pada 2025, 340.000 pohon pada 2026, dan 380.000 pohon pada 2027.

“Melalui gerakan ini, PTPN I berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim, konservasi air, serta peningkatan kualitas lingkungan bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujar Alif.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Gunung Salak (FKMGS), Haidin Deni S., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin. “Kami berterima kasih kepada Dinas Kehutanan Provinsi, Kementerian Lingkungan Hidup, dan PTPN I atas dukungan luar biasa ini. Kami sebagai masyarakat berkomitmen untuk menjaga dan merawat pohon-pohon yang baru ditanam ini,” ujarnya.

Melalui aksi ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...