Langsung ke konten utama

Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Pendidikan, PTPN I Luncurkan Beasiswa TUNAS Senilai Rp1,53 Miliar

 Jakarta — Dalam rangka memperkuat kontribusi sosial di bidang pendidikan, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), melalui PTPN I meluncurkan Beasiswa TUNAS (Tumbuhkan Kualitas Anak Sekolah).  Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tahun 2025.



Program Beasiswa TUNAS memberikan kesempatan bagi 10 pelajar lulusan SMA sederajat dari lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata D-4 (Sarjana Terapan) di LPP Agro Nusantara, Yogyakarta. Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh perusahaan, termasuk SPP, biaya hidup, transportasi dari daerah asal, biaya sertifikasi, hingga biaya wisuda.

“Pada momen HUT Ke-80 RI ini, kami meluncurkan Program TUNAS. Melalui program ini kami segera memberangkatkan 10 anak-anak lulusan SMA sederajat yang terseleksi dari Sumut, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dan Jawa Timur ke LPP Agro Nusantara, Yogyakarta. Mereka kami fasilitasi untuk kuliah jenjang D-4 sampai selesai dengan semua biaya ditanggung perusahaan. Kami alokasikan dana Rp1,53 miliar untuk program ini,” ujar Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko, di Jakarta (29/7/2025).

Program ini bertujuan mendukung kaderisasi generasi muda untuk memiliki kompetensi tinggi di sektor perkebunan, serta menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap pendidikan di lingkungan sekitar unit usaha.

Tahapan program beasiswa ini telah dimulai sejak awal Juli 2025 dengan kegiatan sosialisasi melalui kanal resmi perusahaan, baik di tingkat pusat, regional, maupun LPP Agro Nusantara. Pengumuman dan pendaftaran juga dipublikasikan melalui laman resmi https://pmb.polteklpp.id/jalur-seleksi-detail/142, dan akan dibuka hingga tanggal 8 Agustus 2025.

“Program ini akan bergulir setiap tahun. Untuk tahap pertama 2025 ini, kami berikan bantuan kepada 10 anak dari lima provinsi yang ada unit kerja kami di sana. Harapannya, kalau sudah lulus nanti akan menjadi bagian dari penerus di industri perkebunan yang kami jalankan,” tambah Tio, yang juga menjabat sebagai Direktur PTPN XIV tahun 2022–2023.

Sumber pendanaan Beasiswa TUNAS berasal dari alokasi anggaran TJSL perusahaan. Setiap mahasiswa membutuhkan pembiayaan lebih dari Rp153 juta selama delapan semester masa kuliah. “Seluruh biaya ditanggung perusahaan dari dana TJSL. Kepada adik-adik lulusan SMA dan sederajat dari Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, silakan ikuti seleksi,” kata Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo.

“Semua proses seleksi dijalankan dengan fair dan tidak ada dipungut biaya apapun. Bahkan, keberangkatan ke LPP Yogya nanti juga diberikan bantuan transportasi dari perusahaan,” tambah Aris, sambil mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap potensi penipuan atas nama program beasiswa.

Program Beasiswa TUNAS diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis Holding Perkebunan Nusantara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif untuk menjawab tantangan industri agribisnis nasional ke depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Dirut PT SGN dan Direktur Jenderal Kementan RI Kunjungi PG Ngadirejo, Gelar FGD dan Cek Proses Produksi Gula

    PG Ngadiredjo   kedatangan tamu penting Kamis (17/10) kemarin. Yaitu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi SP MSi dan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto SSi MSc. Dirjenbun Kementan kerja foto bersama dirut PT SGN Kedatangan keduanya untuk menggelar forum group discussion (FGD). Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni perwakilan pemerintah daerah serta mitra petani. Setelah berdiksusi, seluruh tamu melihat langsung proses produksi gula di dalam pabrik. Mulai di stasiun gilingan hingga ke stasiun pengemasan. Lalu, ditutup dengan penandatanganan karung gula hasil produksi. foto bersama pada acara FGD ditempat aula rekola PG Ngadirejo Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan swasembada gula 2028. Melalui peningkatan produktivitas tebu rakyat dan optimalisasi penggunaan teknologi. Direktur Utama  PT SGN  Mahmudi mengungkapkan, salah satu fokus utama yang harus dipercepat adalah pengembangan ekosistem tebu ra...

PT RPN Meresmikan Kios Kopyor Bogor yang Terletak di Kebun Percobaan Ciomas

  Bogor, 11 Juli 2024, Telah diresmikan Kios Kopyor Bogor yang berlokasi di Kebun Percobaan Ciomas Jln. Jabaru 2 No. 28, Pasirkuda Kota Bogor Barat yang dikelola oleh PPKS Unit Bogor-PT Riset Perkebunan Nusantara. Acara peresmian ini dihadiri oleh Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia; Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I PT RPN, Tjahjono Herawan; SEVP Operation II PT RPN, Misnawi; Wakil Kepala PPKS, Riza Arief Putranto; Kepala PPKS Unit Bogor, Agus Susanto; Inventor Kelapa Kopyor; Peneliti Senior dan IKBI PT RPN.   Hadir juga sebagai undangan Kepala BPSBP serta Kepala Bidang Pariwisata Kota Bogor.   Acara diawali dengan penampilan angklung dari Anfaya & Sixerhood Group yang membawakan lagu Nasional dan Lagu Daerah, momen tersebut sangat diapresiasi oleh Komisaris Utama PT RPN dalam sambutannya yaitu “Saya sedang membayangkan menikmati segarnya buah kelapa kopyor sembari diiringi merdunya suara angklung seperti tadi” ujar Sjukrianto.   ...