Langsung ke konten utama

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Penanganan Tambang Emas Ilegal di Way Kanan, PTPN I Regional 7 Perkuat Koordinasi

  BLAMBANGAN UMPU – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 7, Subholding Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi aktivitas tambang emas ilegal yang merangsek ke lahan Kebun Karet Tulung Buyut Afdeling Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan.




Manajemen PTPN I Regional 7 telah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Way Kanan di Kantor Pemkab Way Kanan untuk membahas penanganan aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan. Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Kabag Hukum, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta pejabat terkait lainnya, Pada Rabu (30/7/2025).

Sekda Machiavelli mengapresiasi langkah proaktif PTPN I Regional 7. Menurutnya, persoalan tambang ilegal memiliki dampak sistemik terhadap kehidupan masyarakat. Dalam diskusi, Pemkab Way Kanan dan PTPN I Regional 7 saling bertukar data dan informasi terkait kondisi lapangan, dampak kerusakan, serta aspirasi masyarakat.  “Permasalahan tambang ilegal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Penanganannya perlu disusun milestone agar progres jelas dan tidak berulang,” ujarnya.

Kasubbag Aset PTPN I Regional 7, Azwar, menjelaskan bahwa penambang awalnya beroperasi di lahan warga, namun kemudian meluas ke lahan milik perusahaan. “Mereka menggerus tanah dan menumbangkan tanaman karet kami. Ketika dihalau, tetap melanjutkan aktivitas. Kami memilih koordinasi dengan pemerintah dan aparat hukum untuk penanganan,” ujarnya.

Azwar menegaskan bahwa PTPN I Regional 7 memilih pendekatan persuasif dan humanis, mengingat perusahaan hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar. “Kami menjaga harmoni sosial karena masyarakat adalah pagar sosial perusahaan. Kami percayakan penyelesaian kepada aparat penegak hukum dan pemerintah di semua tingkatan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau agar para penambang menghentikan aktivitasnya, mengingat kegiatan tersebut melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana. “Kami tidak akan berhenti. Saat ini masih diupayakan langkah hukum yang tepat, terukur, dan tidak destruktif,” tegasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...