Langsung ke konten utama

Budaya K3 Jadi Prioritas Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo Komitmen Lindungi 70 Ribu Karyawan

  Jakarta - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat komitmen penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasional. Sebagai perusahaan pengelola perkebunan sawit terbesar di dunia dengan luasan areal lebih dari 643 ribu hektare dan melibatkan lebih dari 70 ribu karyawan, PalmCo menegaskan bahwa penerapan K3 merupakan budaya yang harus hidup dalam keseharian kerja seluruh insan perusahaan.



Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan bahwa K3 bukan sekadar kewajiban formal, melainkan menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. “Areal kita sangat luas, karyawannya banyak. Maka memperkuat budaya K3 di seluruh lini operasional dan unit kerja adalah kunci untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja karyawan sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jatmiko menekankan pentingnya konsistensi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diamanatkan pemerintah sejak 1996. Menurutnya, berbagai fasilitas K3 seperti rambu-rambu, perlengkapan keselamatan, pelatihan, hingga simulasi hanya akan efektif jika K3 telah menjadi budaya kerja.
“Seperti apapun fasilitas K3 yang kita siapkan, jika K3 itu tidak menjadi budaya kerja karyawan, maka jaminan yang kita harapkan sulit terwujud,” tambahnya.

Hingga saat ini, PalmCo telah mencatatkan 160 unit kerja bersertifikat K3, dengan 28 kebun dan pabrik berhasil mempertahankan penghargaan Zero Accident pada tahun lalu.

Roadmap Sertifikasi K3

Momentum peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Internasional pada 28 April 2025 lalu dijadikan PalmCo sebagai refleksi untuk mempertahankan konsistensi implementasi K3. Jatmiko menegaskan bahwa target PalmCo dalam lima tahun ke depan adalah memastikan 100 persen unit kerja tersertifikasi SMK3. “Road map kami untuk 5 tahun mendatang adalah 100 persen unit kerja PalmCo tersertifikasi SMK3. Untuk tahun ini, kita rencanakan 11 kebun dan pabrik memperolehnya,” jelas Jatmiko.

Selain sertifikasi unit kerja, PalmCo juga berfokus meningkatkan kompetensi individu. Perusahaan memfasilitasi ribuan karyawan untuk memperoleh sertifikasi profesi K3, di antaranya Ahli K3 Umum, Ahli K3 Kebakaran, Surat Izin Operator, dan sertifikasi teknis lain. Saat ini tercatat 268 Ahli K3 Umum tersebar di kebun maupun pabrik PalmCo.

“Kita akan selalu memfasilitasi sertifikasi keahlian K3 yang dibutuhkan karyawan. Karena menjamin keselamatan, kesehatan, serta keamanan dari aset terpenting di perusahaan, yaitu manusia, merupakan salah satu kunci agar PalmCo mampu terus bertumbuh dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Jatmiko

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dirut PT SGN dan Direktur Jenderal Kementan RI Kunjungi PG Ngadirejo, Gelar FGD dan Cek Proses Produksi Gula

    PG Ngadiredjo   kedatangan tamu penting Kamis (17/10) kemarin. Yaitu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi SP MSi dan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto SSi MSc. Dirjenbun Kementan kerja foto bersama dirut PT SGN Kedatangan keduanya untuk menggelar forum group discussion (FGD). Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni perwakilan pemerintah daerah serta mitra petani. Setelah berdiksusi, seluruh tamu melihat langsung proses produksi gula di dalam pabrik. Mulai di stasiun gilingan hingga ke stasiun pengemasan. Lalu, ditutup dengan penandatanganan karung gula hasil produksi. foto bersama pada acara FGD ditempat aula rekola PG Ngadirejo Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan swasembada gula 2028. Melalui peningkatan produktivitas tebu rakyat dan optimalisasi penggunaan teknologi. Direktur Utama  PT SGN  Mahmudi mengungkapkan, salah satu fokus utama yang harus dipercepat adalah pengembangan ekosistem tebu ra...

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

PTPN IV PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, Raih Juara Umum PIC 2025

  Jakarta  –  PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), berhasil meraih gelar juara umum pada ajang Planters Innovation Competition (PIC) 2025. Kompetisi yang diikuti lebih dari 637 proposal dari seluruh entitas PTPN Group ini menjadi wadah lahirnya ide-ide kreatif untuk menjawab tantangan sektor perkebunan kelapa sawit. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, yang hadir menerima piala juara umum, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim inovator perusahaan atas pencapaian tersebut. “Dari 15 grand finalis di lima kategori, 10 tim berasal dari PalmCo dan mereka berhasil menyapu bersih juara pertama di setiap kategori. Ini bukti nyata bahwa inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja kami,” ujar Jatmiko, di Jakarta, Selasa (16/09/2025). Menurut Jatmiko, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen PalmCo dalam mengintegrasikan inovasi dengan digitalisasi. “Industri sawit menghadapi tanta...