Langsung ke konten utama

 Jember, 17 Februari 2025 - Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka)-PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), menjadi tuan rumah acara Collaboration Research Expose pada Senin, 17 Februari 2025. Acara ini menghadirkan kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga penelitian dalam upaya memperkuat inovasi dan pengembangan industri kakao di Indonesia.

 


Kegiatan ini diinisiasi untuk menjawab tantangan dalam industri kakao, termasuk peningkatan inovasi, dukungan pendanaan, serta penguatan strategi pengembangan kakao. Berbagai pemangku kepentingan hadir, termasuk manajemen puncak R&D Global Mondelez, SEVP Operation I PT RPN serta Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Selain itu, perwakilan dari pemerintah seperti Direktur Penggalangan Dana BPDP dan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang bergabung secara daring.

Collaboration Research Expose bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga penelitian dalam pengembangan industri kakao, mengidentifikasi strategi terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao di Indonesia, serta menyampaikan hasil penelitian terbaru yang dapat memberikan solusi bagi tantangan industri kakao. Selain itu, acara ini juga mendorong investasi dan pendanaan guna mendukung industri kakao yang berkelanjutan. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini mencakup peningkatan kerja sama antara sektor penelitian dan industri kakao, terciptanya inovasi dalam budidaya dan pengolahan kakao, serta terbukanya peluang investasi dan pendanaan yang lebih luas bagi industri ini.

Acara ini diawali dengan sambutan dari berbagai perwakilan, termasuk Michelle Pickering selaku Senior VP R&D and Chocolate Mondelez yang menekankan komitmen Mondelez dalam mendukung inovasi dan pengembangan kakao yang berkelanjutan.

Michael Geary, Senior Director of  R&D & Chocolate Mondelez, menggarisbawahi pentingnya kerja sama sektor swasta dengan lembaga penelitian.

Apresiasi saya yang setinggi-tingginya untuk kerja sama yang luar biasa ini. Semoga kita bisa terus bekerja sama dengan sukses di masa depan”, ungkap Tjahjono Herawan, SEVP Operation I PT RPN pada sambutannya.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan hasil penelitian dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, diskusi mengenai strategi pengembangan industri kakao dan pendanaannya, serta sesi tanya jawab untuk menampung masukan dari berbagai pihak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...