Langsung ke konten utama

Ekspose Hasil Riset Unggulan dan Gelar Teknologi 2024 PT Riset Perkebunan Nusantara: Soft Launching Teknologi Unggulan serta Pra Rilis Varietas Tebu dan Kelapa Sawit

  

Bogor–PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) kembali menggelar acara tahunan Ekspose Hasil Riset Unggulan dan Gelar Teknologi 2024 di IPB International Convention Center, Bogor pada 19 Desember 2024. Acara ini menjadi bagian dari upaya PT RPN dalam mendiseminasikan hasil riset dan teknologi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri perkebunan. Inovasi unggulan yang diperkenalkan meliputi:

1.     Teknologi e-HARA: Solusi cerdas untuk manajemen hara tanaman yang lebih efisien.

2.     Varietas tebu PS Nusantara 08: Produktivitas tinggi dan tahan penyakit.

3.     Varietas klon kelapa sawit NUSAklon 1 & NUSAklon 2: Varietas dengan produktivitas tinggi.

4.     Klon karet IRR 309, IRR 310, IRR 425, dan IRR 429: Varietas dengan produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap penyakit gugur daun Pestalotiopsis.

5.     Dan berbagai inovasi lain yang siap meningkatkan efisiensi dan hasil panen di berbagai jenis tanaman.

 


Agenda tahunan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan dihadiri sekitar 200 undangan dari berbagai entitas perusahaan, akademisi, dan pemerintah baik secara daring maupun luring. Di antara para tamu yang hadir secara langsung adalah Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Dwi Sutoro; Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia; Board of Advisory IPI, Firdaus Ali serta Tim Ahli Menteri, Kemenko Perekonomian, Musdalifah Mahmud.

 

Dalam sambutannya, Direktur RPN menyampaikan, “Kami percaya bahwa dengan adanya sinergi antara peneliti, akademisi, pelaku industri, dan pemerintah, inovasi-inovasi ini dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan sektor pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia”.

 

Sejalan dengan itu, Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengungkapkan “Perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat melalui program hilirisasi industri perkebunan, yang tentunya tak lepas dari upaya Bapak/Ibu sekalian yang telah mengabdikan diri pada riset”.

 

“Permasalahan industri perkebunan saat ini, salah satunya yaitu menurunnya produktivitas produk hulu, yang tentunya memerlukan jawaban, PT RPN dengan timnya telah melakukan penelitian ini dan varietas baru ini mampu menjawab permasalahan tersebut yaitu dapat meningkatkan produktivitas, menaikkan rendemen dan bonus kandungan vitamin beta karoten juga naik” tanggapan Direktur Pemasaran Holding PTPN III saat di booth Kelapa Sawit.

 

Dwi Sutoro mengungkapkan bahwa hal ini akan menjadi tantangan bagi PTPN Group dan petani nantinya, bagaimana memastikan hasil riset yang sudah ditemukan ini bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan dari industri perkebunan ini, yaitu menaikkan CPO dan PKO yang ada di Indonesia.

 

Di sela acara, Musdalifah Mahmud, Staf Ahli Menteri Kemenko Perekonomian, turut mencicipi produk coklat hasil inovasi PT RPN-PPKKI dan memberikan apresiasi, “Cokelat ini mengikuti tren kekinian, tidak terlalu manis, dan rasanya sangat enak. Saya bahkan ingin membawa pulang", ungkapnya saat kunjungan pameran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Dirut PT SGN dan Direktur Jenderal Kementan RI Kunjungi PG Ngadirejo, Gelar FGD dan Cek Proses Produksi Gula

    PG Ngadiredjo   kedatangan tamu penting Kamis (17/10) kemarin. Yaitu Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi SP MSi dan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto SSi MSc. Dirjenbun Kementan kerja foto bersama dirut PT SGN Kedatangan keduanya untuk menggelar forum group discussion (FGD). Turut hadir dalam diskusi tersebut yakni perwakilan pemerintah daerah serta mitra petani. Setelah berdiksusi, seluruh tamu melihat langsung proses produksi gula di dalam pabrik. Mulai di stasiun gilingan hingga ke stasiun pengemasan. Lalu, ditutup dengan penandatanganan karung gula hasil produksi. foto bersama pada acara FGD ditempat aula rekola PG Ngadirejo Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan swasembada gula 2028. Melalui peningkatan produktivitas tebu rakyat dan optimalisasi penggunaan teknologi. Direktur Utama  PT SGN  Mahmudi mengungkapkan, salah satu fokus utama yang harus dipercepat adalah pengembangan ekosistem tebu ra...

PT RPN Meresmikan Kios Kopyor Bogor yang Terletak di Kebun Percobaan Ciomas

  Bogor, 11 Juli 2024, Telah diresmikan Kios Kopyor Bogor yang berlokasi di Kebun Percobaan Ciomas Jln. Jabaru 2 No. 28, Pasirkuda Kota Bogor Barat yang dikelola oleh PPKS Unit Bogor-PT Riset Perkebunan Nusantara. Acara peresmian ini dihadiri oleh Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia; Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I PT RPN, Tjahjono Herawan; SEVP Operation II PT RPN, Misnawi; Wakil Kepala PPKS, Riza Arief Putranto; Kepala PPKS Unit Bogor, Agus Susanto; Inventor Kelapa Kopyor; Peneliti Senior dan IKBI PT RPN.   Hadir juga sebagai undangan Kepala BPSBP serta Kepala Bidang Pariwisata Kota Bogor.   Acara diawali dengan penampilan angklung dari Anfaya & Sixerhood Group yang membawakan lagu Nasional dan Lagu Daerah, momen tersebut sangat diapresiasi oleh Komisaris Utama PT RPN dalam sambutannya yaitu “Saya sedang membayangkan menikmati segarnya buah kelapa kopyor sembari diiringi merdunya suara angklung seperti tadi” ujar Sjukrianto.   ...