Langsung ke konten utama

Bupati Sanggau Dukung PTPN IV Perkuat Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dan Ketahanan Pangan di Kalimantan Barat

 


Sanggau - Penjabat (PJ) Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H, di damping Asisten II Sekretariat Daerah, Bappeda dan Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Sanggau melaksanakan pertemuan dengan PT Perkebunan Nusantara IV Regional V, bertempat di Ruang Rapat Bupati Sanggau, Kabupaten Sanggau. Selasa (25/06/2024).

 

Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau itu menyatakan dukungannya terhadap inisiatif PTPN IV melalui Regional V dalam memperkuat pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sanggau yang merupakan dua elemen kunci dalam memastikan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini dianggap sebagai upaya strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi dan berperan penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Dalam kesempatan ini, PTPN IV Regional V melakukan ekspose (sosialisasi) kepada Pemerintah Kabupaten (PemKab) Sanggau mengenai pentingnya kolaborasi antara PemKab Sanggau dan PTPN IV dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan. Indeks ketahanan pangan menurut Global Food Security Index (GFSI) diukur dengan menggunakan 4 (empat) indikator yakni keterjangkauan harga pangan (affordability), ketersediaan pasokan (availability), kualitas nutrisi (quality and safety), serta keberlanjutan dan adaptasi (sustainability and adaptation).

 

PJ Bupati Sanggau, Suherman,S.H, M.H, menyampaikan ketahanan pangan adalah landasan utama dari kehidupan yang sehat dan produktif. Ini bukan hanya tentang memiliki cukup makanan untuk semua orang, tetapi juga tentang akses yang adil dan keberlanjutan terhadap makanan berkualitas tinggi.

 

Dalam upaya mencapai ketahanan pangan berarti mampu untuk mengatasi kelaparan, malnutrisi, dan kerentanan terhadap fluktuasi harga pangan yang sering terjadi. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan upaya serius dalam hal produksi pangan berkelanjutan, distribusi yang adil, dan pendidikan gizi yang memadai.

 

Region Head PTPN IV Regional V yang diwakili oleh SEVP Business Support M. Zulham Rambe turut menyampaikan pandangannya mengenai hal yang sama, "Kami di PTPN IV Regional V sangat bersemangat untuk berkolaborasi dengan PemKab Sanggau dalam memperkuat pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketahanan pangan," ujarnya.

 

Pengembangan sektor perkebunan dan berkelanjutan memiliki potensi untuk menciptakan lapangan kerja lokal yang sangat signifikan, dengan menginvestasikan sumber daya yang tepat dan memastikan kesempatan yang setara untuk semua masyarakat dalam mengakses peluang ekonomi dalam menghadapi tantangan dan perubahan serta stabilitas ekonomi jangka panjang.

 

Dipenghujung kegiatan PJ Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H meminta agar PTPN IV Regional V terus meningkatkan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau biasa dikenal CSR di Kabupaten Sanggau.

 

Pemkab Sanggau berencana akan memberikan penghargaan/ award kepada setiap Badan Usaha yang telah memberikan CSR-nya. Harapan dengan diberikan award ini kepada para pelaku usaha baik BUMN maupun Swasta di wilayah Kabupaten Sanggau dapat membangun Kabupaten Sanggau menjadi lebih maju, hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah No. 10 tahun 2012, tentang tanggung jawab sosial perusahaan dan Peraturan Bupati No. 107 tahun 2021 tentang penyelenggaraan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan,” harapnya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

PT RPN Meresmikan Kios Kopyor Bogor yang Terletak di Kebun Percobaan Ciomas

  Bogor, 11 Juli 2024, Telah diresmikan Kios Kopyor Bogor yang berlokasi di Kebun Percobaan Ciomas Jln. Jabaru 2 No. 28, Pasirkuda Kota Bogor Barat yang dikelola oleh PPKS Unit Bogor-PT Riset Perkebunan Nusantara. Acara peresmian ini dihadiri oleh Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia; Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I PT RPN, Tjahjono Herawan; SEVP Operation II PT RPN, Misnawi; Wakil Kepala PPKS, Riza Arief Putranto; Kepala PPKS Unit Bogor, Agus Susanto; Inventor Kelapa Kopyor; Peneliti Senior dan IKBI PT RPN.   Hadir juga sebagai undangan Kepala BPSBP serta Kepala Bidang Pariwisata Kota Bogor.   Acara diawali dengan penampilan angklung dari Anfaya & Sixerhood Group yang membawakan lagu Nasional dan Lagu Daerah, momen tersebut sangat diapresiasi oleh Komisaris Utama PT RPN dalam sambutannya yaitu “Saya sedang membayangkan menikmati segarnya buah kelapa kopyor sembari diiringi merdunya suara angklung seperti tadi” ujar Sjukrianto.   ...

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...