Langsung ke konten utama

PTPN I Regional 4 Tanam Perdana Tembakau Bawah Naungan Tahun 2024 di Jember

 


PTPN 1 Regional 4  Jawa Timur, Rabu (15/5/2024) mulai melakukan tanam perdana tembakau TBN (Tembakau Bawah Naungan), di Dusun Limbungsari Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Jember.

Dengan luas lahan yang mencapai 650 hektare lebih, PTPN 1 Regional 4 menargetkan, pada musim tanam tahun ini, bisa mencapai hasil yang lebih baik, dengan target 17 ton tembakau per hektare dalam satu musim.

Sevp Operation PTPN I Regional IV Febri Ari Marpaung mengatakan, PTPN I Regional IV memiliki luas kebun tembakau mencapai 700 hektare di Jember dan 50 hektare di Klaten.

"Tahun ini, dengan menggunakan lahan seluas 650 hektare, kami menargetkan hasil tembakau nanti, akan mencapai 17 ton lebih," ujar Febry.

Febry menjelaskan, bahwa target yang dipatok tersebut, cukup beralasan, dikarenakan musim tanam perdana saat ini, tidak ada badai elnino, sehingga target tersebut dinilai cukup masuk akal, karena dengan cuaca yang baik, bisa meningkatkan kualitas mencapai 82 persen.

Jika target tersebut terlampui, maka panen yang dihasilkan bisa meningkat hingga mencapai 150 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

"Kalau target ini bisa terpenuhi, maka penghasilan dari komoditas tembakau ini bisa mencapai 150 persen," pungkasnya. 

Masih kata febri, tembakau saat ini menjadi nilai lebih. Oleh karena itu, ia meminta petani di kebun tembakau untyuk membuktikan target Bersama dan kualitas NW 32 persen harus tercapai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

PT RPN Meresmikan Kios Kopyor Bogor yang Terletak di Kebun Percobaan Ciomas

  Bogor, 11 Juli 2024, Telah diresmikan Kios Kopyor Bogor yang berlokasi di Kebun Percobaan Ciomas Jln. Jabaru 2 No. 28, Pasirkuda Kota Bogor Barat yang dikelola oleh PPKS Unit Bogor-PT Riset Perkebunan Nusantara. Acara peresmian ini dihadiri oleh Komisaris Utama PT RPN, Sjukrianto Yulia; Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap; SEVP Operation I PT RPN, Tjahjono Herawan; SEVP Operation II PT RPN, Misnawi; Wakil Kepala PPKS, Riza Arief Putranto; Kepala PPKS Unit Bogor, Agus Susanto; Inventor Kelapa Kopyor; Peneliti Senior dan IKBI PT RPN.   Hadir juga sebagai undangan Kepala BPSBP serta Kepala Bidang Pariwisata Kota Bogor.   Acara diawali dengan penampilan angklung dari Anfaya & Sixerhood Group yang membawakan lagu Nasional dan Lagu Daerah, momen tersebut sangat diapresiasi oleh Komisaris Utama PT RPN dalam sambutannya yaitu “Saya sedang membayangkan menikmati segarnya buah kelapa kopyor sembari diiringi merdunya suara angklung seperti tadi” ujar Sjukrianto.   ...

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...