Langsung ke konten utama

PT KPBN Jajaki Kerjasama dengan KPLJB untuk Perkuat Pasar Lelang Komoditas di Jawa Barat

 


Bandung - Dalam upaya meningkatkan dan memperkuat struktur pasar lelang komoditas di Indonesia, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) bersama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dan PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) telah melakukan pertemuan penting dengan Koperasi Pasar Lelang Jawa Barat (KPLJB) pada 28 Februari 2024 di Bandung, Jawa Barat. Pertemuan ini diadakan sebagai langkah awal untuk membahas potensi dan konsep kerjasama terkait dengan Pasar Lelang Komoditas (PLK).

KPLJB, yang telah lama dikenal sebagai penyelenggara lelang teh di kawasan Jawa Barat, dianggap memiliki potensi besar untuk bekerja sama dalam memajukan sektor lelang komoditas di Indonesia. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara semua pihak untuk mengoptimalkan potensi pasar lelang komoditas di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

"Kami melihat KPLJB sebagai mitra strategis yang dapat membantu kami memperluas jangkauan pasar lelang komoditas di Indonesia. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keadilan dalam proses lelang, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan para pelaku pasar," ujar Arif Budiman selaku Direktur PT KPBN dalam sambutannya.

Sementara itu, perwakilan dari BAPPEBTI menekankan pentingnya kerjasama ini dalam rangka meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi para pelaku pasar. "Kami mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa perdagangan komoditi di Indonesia berjalan dengan adil dan transparan," kata perwakilan BAPPEBTI.

PT KBI, yang memiliki peran penting dalam sistem penjaminan dan kliring transaksi perdagangan berjangka komoditi, juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kerjasama ini.

Pertemuan ini menandai langkah awal yang positif dalam usaha memperkuat ekosistem pasar lelang komoditas di Indonesia. Semua pihak yang terlibat menyatakan komitmen mereka untuk terus bekerja sama dalam merancang dan menerapkan kerjasama ini, dengan harapan dapat segera merealisasikan pasar lelang komoditas yang lebih efisien, transparan, dan terpercaya bagi para pelaku pasar di Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...