Langsung ke konten utama

Kanal di Kediri Diresmikan, PT SGN Berikan Bantuan CSR Guna Cegah Banjir dan Akses Petani

 

KEDIRI – Senin (05/02) dilakukan peresmian proyek penguatan tanggul kali kanal di Desa Jambean Kabupaten Kediri dengan dihadiri anggota kelompok Tani Margomulyo, aparat Desa Jambean, Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), General Manager PG Ngadiredjo beserta jajaran, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian, dan perwakilan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri. Proyek tersebut berupa penguatan tanggul, pelebaran tanggul dan memperdalam kali kanal yang dikerjakan oleh kelompok Tani Margomulyo dengan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) SGN PG Ngadiredjo 

“Alhamdulillah telah kami laksanakan penguatan tanggul kali kanal ini satu sisi itu sepanjang 500 meter jadi kanan kiri itu sepanjang 1 kilometer dan lebar nya kita jadikan 2 meter yang tadinya sekitar 1 meter, Saya sampaikan terima kasih kepada kelompok tani yang telah membantu terlaksananya pengerjaan ini dan kepada bapak Direksi dan bapak Manager PG Ngadiredjo”, ungkap Enda Djuanda  Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo Kediri.

Menurut Djuanda hal ini bentuk kerja sama antara SGN Pabrik Gula dan Lingkungan yang berjalan dengan baik terutama dalam menanggulangi masalah lingkungan. Terlebih sebelum dilakukan penguatan kali kanal tersebut seringkali meluap airnya sehingga membanjiri sawah disebelahnya.

“Tanggul ini dulu ga bisa dilewati, jalan kaki pun susah. Sekarang motor dan tosa bisa lewat. Jadi ini memperlancar usaha tani khusus nya di kelompok tani Margomulyo, pengangkutan hasil pertanian itu juga lebih mudah lebih bisa dijangkau, kalo dulu kan dijalan tengah situ harus muter ke timur terus harus ke utara, kalo sekarang enak dan bermanfaat sekali”, kata Yayuk Annisa PPL Dinas Pertanian di desa Jambean Kediri.

Penguatan tanggul tersebut merupakan program CSR SGN dengan melibatkan masyarakat sehingga dirasa lebih efektif dalam kemanfaatannya. PT Sinergi Gula Nusantara  merupakan anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan dengan komoditas tebu.

“Pola pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pilihan program CSR SGN, sehingga azas kemanfaatannya lebih terasa. SGN berkomitmen untuk penerapan aspek Environmental, Social & Governance (ESG) yang  diwujudkan sebagai kegiatan CSR” , jelas Wakhyu Priyadi Siswosumarto Corporate Secretary SGN.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...