Langsung ke konten utama

PalmCo Regional 3 Mulai Manfaatkan Solar Cell Akselerasi Program Dekarbonisasi

 

Pekanbaru – Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) PTPN IV PalmCo Regional 3 mulai memanfaatkan Solar Cell yang diperuntukkan di taman-taman komplek perkantoran region office sebagai bagian dari mengakselerasi program dekarbonisasi yang telah berjalan secara masif selama lima tahun terakhir.

 

Corporate Secretary and Legal PalmCo Regional 3, Andiansyah Hamdani dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Selasa (9/1/2024) menjelaskan pemanfaatan panel surya tersebut sejalan dengan semangat pemerintah untuk mewujudkan net zero emission 2060.

 

"Alhamdulillah. Untuk tahap awal, sebanyak 20 instalasi panel surya berkapasitas 2.000 watt telah terpasang. Insya Allah ini jadi langkah awal kami untuk terus memperluas pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan menuju Net Zero Emission 2060," kata dia.

 

PalmCo Regional 3 atau sebelumnya bernama PTPN V usai penggabungan sejumlah anak perusahaan ke dalam PTPN IV sebagai entitas bertahan dan pemisahan tidak murni PTPN III ke PTPN IV telah bertransformasi menjadi salah satu perusahaan perkebunan di bawah naungan PTPN Group yang fokus melaksanakan dekarbonisasi.

 

Sejak 2019 silam, perusahaan terus berkomitmen melaksanakan beragam program dekarbonisasi, mulai dari pembangunan instalasi pembangkit tenaga biogas yang dikonversi sebagai sumber energi listrik maupun cofiring, pemanfaatan kendaraan listrik untuk operasional perusahaan, hingga pemanfaatan pupuk dan musuh alami dalam menekan penggunaan chemical di perkebunan.

 

Untuk pemanfaatan pembangkit tenaga biogas atau PTBg yang bersinergi dengan berbagai pihak seperti BRIN hingga negara asing tersebut, PalmCo Regional 3 menjadi perusahaan yang mengoperasionalkan instalasi pembangkit tenaga biogas terbesar di lingkungan PTPN Group. Total sebanyak enam PTBg terpasang dengan memanfaatkan gas metana dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) sebagai sumber energi baru terbarukan.

 

Selanjutnya, sejak awal tahun lalu, perusahaan turut memanfaatkan kendaraan sepeda motor listrik untuk operasional. Saat ini sepeda motor listrik dimanfaatkan untuk operasional karyawan perusahaan di Kantor Pusat maupun di Distrik perusahaan.

 

Lebih jauh, terkait pemanfaatan panel surya, Andiansyah yang akrab disapa Aan itu mengatakan pihaknya akan memperluas pemanfaatan listrik yang dihasilkan dari matahari tersebut.

 

"Insya Allah akan kita perluas. Saat ini masih dalam tahap kajian. Langkah yang kita tempuh ini sejalan dengan program strategis nasional (PSN) tentang dekarbonisasi PTPN Grup serta selaras dengan komitmen Indonesia dalam melaksanakan,” tuturnya.

 

“Kita berusaha menyelaraskan semua kebijakan yang telah ditempuh dalam empat lima tahun terakhir dalam upaya mendukung percepatan transisi energi,” demikian Aan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...