Langsung ke konten utama

PTPN XIV kolaborasi bersama PT PLN Wujudkan Pemerataan Listrik di Halmahera Utara dan Maluku Tengah

 

PTPN XIV kolaborasi bersama PT PLN - Foto Dokumentasi Perusahaan

Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yakni PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) telah menjalin kerja sama untuk pelepasan aset berupa tanah. Pelepasan aset tanah milik PTPN XIV kepada PT PLN untuk pembangunan tapak tower listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di wilayah Halmahera Utara dan Maluku Tengah.

Pelepasan aset kepada PT PLN bukanlah sekedar transaksi jual-beli biasa, melainkan sebuah perwujudan komitmen untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan akses listrik yang andal. Hal ini tentunya untuk turut mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Bagian Optimalisasi Aset dan Sustainability PTPN XIV, R. Kushendro W menuturkan bahwa PTPN XIV yang bergerak dalam sektor padat karya. Kushendro juga memahami sepenuhnya betapa pentingnya peran listrik dalam menjalankan fungsi-fungsi tersebut.

 "Kami akan selalu mendukung program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan menjadi contoh pelepasan aset untuk pembangunan tower listrik. Tentunya dengan tetap memedomani peraturan di internal BUMN maupun perundang-undangan. Kita  mengingat PTPN XIV adalah anak perusahaan BUMN yang tunduk dan patuh terhadap peraturan yang berlaku," ujarnya.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, PTPN XIV akan menerima kompensasi berupa uang ganti rugi dari kerja sama ini. Untuk memastikan nilai kompensasi yang adil dan transparan, nilai ganti rugi akan ditentukan oleh pihak independen atau KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik).

“Hal ini menjaga agar kedua belah pihak merasa bahwa nilai kompensasi yang didapat adil dan saling menguntungkan. Kerja sama antara PTPN XIV dan PT PLN ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antar perusahaan BUMN dapat berlangsung demi kepentingan umum,” ujarnya.

Kushendro menaruh harapan kepada masyarakat wilayah Halmahera Utara dan Maluku Tengah dapat menikmati manfaatnya dalam waktu yang akan datang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Next Project Development Price Reference: PT KPBN Inacom di Palm and Lauric Oils Price Outlook Conference POC 2024

  Kuala Lumpur - Dalam upaya strategis untuk memperluas pengetahuan dan jaringan dalam industri minyak kelapa sawit, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) Inacom turut serta dalam kegiatan Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition (POC2024) yang ke-35. Acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 Maret 2024 ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dan menjadi ajang penting bagi para stakeholder industri minyak kelapa sawit. POC2024, yang sudah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, kali ini menarik perhatian lebih dari 2.000 delegasi dari lebih dari 50 negara, termasuk para pemimpin industri, pakar, dan pengambil keputusan yang akan berdiskusi tentang masa depan minyak kelapa sawit dengan fokus utama pada keberlanjutan dan ketidakpastian Ekonomi dan cuaca. Ini adalah kesempatan emas bagi PT KPBN untuk berkontribusi dan mendapatkan wawasan baru dalam memajukan industri minyak kelapa sawit di Indonesia.  Konferensi tahun ini bertujuan untu...

Direktur Operasional PTPN I Kunjungi Unit Kebun Regional 3

  Direktur Operasional PTPN I Bpk. Fauzi Omar didampingi Region Head Regional 3 Bpk. Tri Septiono dan Kepala Divisi Tanaman PTPN I beserta tim meninjau Unit Kebun Regional 3, diantaranya Kebun Merbuh, Kebun Balong, Kebun Getas dan Kebun Kawung (19 s.d 21 Juni 2024). Region Head Regional 3, Bpk. Tri Septiono dalam kesempatannya menyampaikan portofolio Regional 3 salah satunya komoditi karet. “Karet masih mendominasi di kisaran 75 persen dan kita akan menuju di 25.000 hektar total areal karet TM dan TBM, sehingga butuh TTI 1.200 – 1500 Ha per tahunnya.” tuturnya. “Kita dominasi karet, alasannya adalah yang pertama areal topografi kita yang relatif bergelombang, sedangkan untuk areal yang datar sudah ditanami tebu seperti halnya Ngobo dan Getas ini tidak mungkin ditanami tebu, karena disamping topografinya juga karena sangat dekat dengan pemukiman” tambah Bpk. Tri Septiono. Dalam kunjungannya ke Regional 3 Bpk. Fauzi Omar merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningk...

Hijaukan Pantai Oesapa, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT RPN Tanam 100 Pohon Bakau

   Kupang, 14 Agustus 2025  –  PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan mendukung kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir di Pantai Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur,  pada 14 Agustus 2025 . Bersama Gamal Institute dan Carlo Institute, PT RPN memadukan kegiatan edukasi bisnis dengan aksi nyata konservasi melalui penanaman 100 anakan bakau. Kegiatan bertajuk  “Kiat Sukses Berbisnis Perbenihan Perkebunan”  ini tidak hanya memberikan wawasan praktis seputar strategi bisnis perbenihan, tetapi juga menghadirkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi edukasi dan konservasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus inspirasi bagi peserta untuk mengaitkan aspek bisnis dengan upaya pelestarian alam. “Pantai Oesapa memiliki nilai ekologis yang tinggi sehingga penting untuk dijaga keberlanjutannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah deng...